Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KETIKA KEJUJURAN BERSANDING KETIDAK PERCAYAAN

Semua manusia pasti mempunyai rasa percaya dan tidak percaya, sikap jujur dan tidak jujur. Kedua itu terkadang tidak dapat terpisahkan, karena dari kejujuran timbullah rasa percya. 


Seperti kita dalam memulai suatu hubungan, menyatakan perasaan bukanlah hal mudah untuk setiap manusia, tapi ia sudah jujur akan perasaannya maka pasangannya pun percaya apa yang ia rasakan selama ini. Kalo' kata orang jaman sekarang beri judul "nembak" alias menyatakan perasaan. ekekeke .

Terlebih lagi dalam menjalaninya, terkadang rasa percaya kita terhadap pasangan kita tidak seperti awal kita memulai hubungan, itu semua diawali dengan ketidak jujuran satu sama lain, maka timbullah rasa ketidakpercyaan.

Maka kita kecewa padahal rasa kecewa bisa diatasi dengan kepercayaan dan kejujuran. Tapi, ada tapinya lho, kepercyaan dan kejujuran akan terkalahkan oleh ego yang tinggi dari diri kita sendiri.

Sedih terkadang jika mengingat kenapa kita tidak bisa menjaga kepercyaan dan kejujuran itu. Karena dari semua itu kita akan kehilangan sesuatu yangg dapat kita percaya.
Untuk sobat sobat sekalian mari saling menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, bersikaplah jujur kepada siapapun termasuk orang tua kita.

Sekalinya kita tidak berkata jujur, maka rasa percaya berkurng bahkan mereka tak akan percaya lagi terhadap kita. 
Jujur meski itu menyakitkan, tapi jujur bukanlah dusta, hargailah kejujuran, maka kepercayaan akan kita raih.

Mari belajar bersikap jujur, dan belajar untuk saling menjaga kepercayaan



Posting Komentar untuk " KETIKA KEJUJURAN BERSANDING KETIDAK PERCAYAAN"