Iklan

Iklan

Iklan

Tiongkok akan Luncurkan Misi Perisai Bumi Penangkal Asteroid pada 2025

, Mei 04, 2022 WIB


Tiongkok sedang merencanakan sebuah misi penangkal asteroid kinetik. Misi penangkal asteroid itu diperkirakan diluncurkan pada 2025 sebagai bagian dari serangkaian inisiatif perencanaan pelindung planet yang lebih besar (proyek perisai Bumi).

 

Namun, dalam misi tersebut, pesawat antariksa milik Badan antariksa Nasional Tiongkok berpotensi berbahaya karena akan menabrak asteroid, hal ini memungkinkan batuan angkasa luar menabrak bumi.

“Tiongkok juga sedang mengerjakan rencana penangkalan planet, termasuk studi teknis dan penelitian mengenai sistem yang dapat digunakan manusia untuk membelokkan asteroid dekat Bumi,” kata Wu Yanhua, wakil direktur China Nationwide House Management (CNSA) kepada penyedia berita pemerintah China Central Tv (CCTV), seperti dilansir dari House.

Pada sebuah dokumen yang dirilis Januari lalu, Tiongkok menjelaskan tujuan dari misinya yaitu rencana untuk membangun sistem pertahanan objek dekat bumi, dan untuk meningkatkan kapasitas pemantauan objek dekat Bumi, katalogisasi, peringatan dini, dan respons selama periode 2021-2025.

Tiongkok sebagian besar beroperasi secara independen dari komunitas luar angkasa internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga telah mendapat kecaman dari pemerintah Amerika Serikat karena diduga membiarkan jatuhnya tahap inti 23-ton booster Lengthy March 5B pada 2021.

Proyek pertahanan terhadap asteroid sebelumnya telah dilakukan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Namun, Tiongkok telah aktif dalam penangkalan planet akhir-akhir ini, termasuk mengadakan Konferensi Pertahanan Planet pertama pada Oktober 2021 dengan berbagai metode, seperti sesi makalah dan presentasi tentang berbagai masalah terkait hal tersebut.

Misi asteroid semacam itu bukanlah yang pertama. Pada November 2021, NASA meluncurkan misi atau uji pengalihan bernama Asteroid Ganda (DART) yang bertujuan untuk mengubah orbit dari Dimorphos, bulan kecil yang mengelilingi asteroid Didymos. Roket tersebut akan melesat dengan kecepatan tinggi untuk membelokkan Dimorphos.

Badan Antariksa Eropa juga merencanakan misi lanjutan dalam waktu dekade ini, yang disebut Hera, ke Didymos dan Dimorphos untuk melihat bagaimana DART mengubah orbit bulan. Misi DART untuk melindungi dari bahaya deadly asteroid yang akan menabrak Dimorphos pada September 2022. Kemudian pada 2027, misi Hera dari ESA akan mengobservasi hasil dari tabrakan tersebut.

Ancaman paling berisiko tinggi yang pernah ditemukan oleh peneliti untuk saat ini hanya asteroid RF12 yang diperkirakan menabrak Bumi pada 2095. Meski demikian, persentase tabrakan dari asteroid berukuran tujuh meter ini hanya 4,85%. (M-4)

 

 







Sumber Berita

Komentar

Tampilkan

Terkini