Iklan

Iklan

Iklan

Uni Eropa Bahas Rencana Hapus Penggunaan Minyak Rusia Secara Bertahap sebagai Sanksi Baru

, Mei 04, 2022 WIB


BRUSSEL, KOMPAS.com – Uni Eropa (UE) akan mengusulkan larangan impor minyak Rusia secara bertahap, sebagai bagian dari babak baru sanksi menentang invasi Rusia ke Ukraina.

Komisi Eropa, yang menyusun sanksi dari blok tersebut, saat ini sedang mempersiapkan sebuah teks yang dapat diajukan ke 27 negara anggota pada Rabu (4/5/2022), kata para diplomat pada Minggu (1/5/2022) dilansir dari AFP.

Baca juga: Zelensky Tuntut Barat Mempercepat Embargo Minyak Rusia: “Penundaan Merenggut Nyawa”

Beberapa diplomat mengatakan larangan minyak dimungkinkan setelah Jerman merubah pandangan, dari yang semula mengatakan tindakan itu akan merugikan ekonominya.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan Rusia mengintensifkan serangannya di Ukraina, sehingga membuat sanksi baru “sangat penting”.

“Kita harus menggunakan kemampuan ekonomi dan keuangan kita untuk membuat Rusia membayar apa yang diperbuatannya,” katanya.

Komisi UE mengusulkan penerapan larangan selama enam sampai delapan bulan, untuk memberikan waktu kepada negara-negara anggotanya mendiversifikasi pasokan mereka, kata sumber tersebut.

Larangan itu membutuhkan dukungan bulat dan masih bisa digagalkan, dengan Hongaria diperkirakan akan meningkatkan oposisi yang kuat karena bergantung pada minyak Rusia dan dekat dengan Kremlin.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Kenapa Indonesia Beli Minyak Rusia | Jajanan Kinder Ditarik karena Salmonella

Negara-negara lain khawatir bahwa larangan minyak akan menaikkan harga ketika harga konsumen sudah meningkat tajam karena perang Rusia Ukraina.

“Kami harus sangat memperhatikan reaksi pasar,” kata seorang pejabat kepada AFP dengan syarat anonim.

“Ada solusi dan kami akan sampai di sana pada akhirnya, tetapi kami harus bertindak dengan sangat hati-hati.”



Sumber Berita

Komentar

Tampilkan

Terkini