Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yah! Ternyata Elon Musk Hobi Bungkam Suara Karyawan Tesla



Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Tesla, Elon Musk berjanji akan membuat Twitter menjadi wadah bagi siapapun untuk bebas berbicara. Terutama, setelah salah satu orang terkaya tersebut resmi membeli Twitter senilai US$ 44 miliar.

“Kebebasan berbicara adalah landasan dari demokrasi yang berfungsi, dan Twitter merupakan ruang dimana hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan,” kata Musk dikutip dari CNBC Internasional, (2/5/2022).

Musk sendiri telah mempromosikan dirinya sebagai pihak yang mengkampanyekan kebebasan berbicara jauh sebelum mengakuisisi Twitter. Misalnya, waktu pembelaan diri dalam gugatan pencemaran nama baik setelah menyebut seorang kritikus sebagai pedo guy alias pedofil. Musk pun tidak terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Namun demikian, seperti yang ditunjukkan oleh The Atlantic, Bloomberg, dan lainnya, kampanye kebebasan berbicara Musk rupanya hanya berlaku untuk pidatonya sendiri. Bahkan, TechDirt berpendapat bahwa Musk tidak memiliki pemahaman yang serius tentang kebebasan berbicara.

Musk justru diketahui menunjukkan sedikit toleransi dalam kebebasan berbicara untuk karyawan. Pasalnya, ketika Tesla memberhentikan karyawannya, mereka diminta untuk menandatangani perjanjian untuk tidak menghina perusahaan tanpa tanggal akhir.

Perjanjian semacam ini memang bukan hal tabu di industri tersebut, namun mengingat Musk menggembar-gemborkan dirinya sebagai pihak yang mengkampanyekan kebebasan berbicara menjadi hal yang aneh jika melihat kasus ini.

Adapun, salinan satu perjanjian tersebut dari Tesla, dibagikan oleh mantan karyawan yang diberhentikan pada tahun 2018 (yang tidak menandatangani perjanjian itu) mengatakan:

“Anda setuju untuk tidak meremehkan Tesla, produk Perusahaan, atau pejabat, direktur, karyawan, pemegang saham dan agen Perusahaan, afiliasi, dan anak perusahaan dengan cara apa pun yang dapat membahayakan mereka atau bisnis, reputasi bisnis, atau reputasi pribadi mereka,” isi dari perjanjian itu.

Dalam dokumen itu, Tesla juga meminta karyawan yang diberhentikan untuk menyembunyikan detail tentang perjanjian tersebut. Terutama dari pengacara, akuntan, atau keluarga dekat mereka sendiri bahkan bukan pekerja Tesla.

Seperti kebanyakan perusahaan besar, Tesla juga mengharuskan pekerja untuk menandatangani perjanjian arbitrase saat bekerja.

Artinya, untuk berbicara bebas di pengadilan, dimana pidato mereka akan menjadi bagian dari catatan publik, pekerja harus mendapatkan pengecualian dari perjanjian arbitrase dari hakim terlebih dahulu.

“Ketentuan Perjanjian ini akan dijaga kerahasiaannya oleh Anda dan tidak akan dipublikasikan atau diungkapkan dengan cara apapun,” isi dari perjanjian itu.

[Gambas:Video CNBC]

(dce/dce)




SUMBER BERITA