ABIBUNDA

Kumpulan Berita Indonesia Update

Loading...
Petarung UFC Wajahnya Rusak Ditendang, Inilah Sosok Tony Ferguson

Petarung UFC Wajahnya Rusak Ditendang, Inilah Sosok Tony Ferguson


loading…

Petarung UFC yang wajahnya rusak ditendang musuhnya dalam pertarungan UFC 274 itu bernama Tony Ferguson. Inilah sosok Tony Ferguson yang tetap bertarung meski usianya kini 38 tahun.

Etos kerja dan cinta untuk MMA lah yang membuat Tony Ferguson tidak memikirkan pensiun. Ternyata, Tony Ferguson bukan lah petarung UFC biasa. Dia adalah mantan juara UFC Kelas Ringan sementara dan favorit para penggemar UFC .

Siapa Tony Ferguson? Petarung UFC bernama lengkap Anthony Armand Ferguson Padilla lahir 12 Februari 1984. Tony Ferguson adalah seorang petarung bela diri campuran profesional Amerika.

Baca Juga: Wajah Petarung UFC Rusak Ditendang Musuhnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Dia saat ini berkompetisi di divisi Ringan untuk Ultimate Fighting Championship (UFC). Dia adalah mantan juara UFC kelas ringan Interim. Ferguson memulai debutnya pada tahun 2008, dan bersama UFC sejak ia memenangkan The Ultimate Fighter 13 pada tahun 2011.

Ferguson dilatih dalam gulat gaya bebas, tinju, jiu-jitsu, Muay Thai, dan Wing Chun. Pada 17 Oktober 2021, ia berada di peringkat ke-7 dalam peringkat kelas ringan UFC. Ferguson lahir di Oxnard, California, pada 12 Februari 1984, tetapi dibesarkan di Muskegon, Michigan.

Ferguson memiliki darah keturunan Meksiko. Nama keluarga Ferguson berasal dari ayah tirinya di Amerika Skotlandia. Ferguson adalah atlet tiga cabang olahraga di Muskegon Catholic Central High School di American football, bisbol, dan gulat.

Setelah SMA, Ferguson mendaftar di Central Michigan University sebelum pindah ke Grand Valley State University. Dia juga melakukan tugas di Muskegon Community College. Dia tidak menyelesaikan gelarnya, tetapi memiliki karier gulat perguruan tinggi yang sukses, memenangkan kejuaraan gulat nasional Asosiasi Gulat Perguruan Tinggi Nasional 2006.

Lulus kuliah, Ferguson pindah kembali ke California untuk lebih dekat dengan keluarga besarnya, bekerja di bagian pemasaran dan penjualan di siang hari dan mengambil shift sebagai bartender di malam hari. Tak lama setelah ini, ia memutuskan untuk mengejar karier seni bela diri campuran (MMA) profesional.



SUMBER BERITA

Back To Top