ABIBUNDA

Kumpulan Berita Indonesia Update

Loading...
Prilly Latuconsina Dilamar Henry Lau eks Suju, Warganet: Pakai Adat Apa
ya?

Prilly Latuconsina Dilamar Henry Lau eks Suju, Warganet: Pakai Adat Apa ya?

Suara.com – Prilly Latuconsina baru saja bikin penggemar Henry Lau yang merupakan mantan personel Super Junior alis Suju cemburu berat! Pasalnya saat Henry Lau mengunjungi Jakarta, Prilly Latuconsina adalah salah satu orang spesial yang ditemuinya.

Momen pertemuan Henry Lau dan Prilly Latuconsina rupanya juga dibumbui aksi saling menggoda. Melalui Instagram, Prilly Latuconsina membagikan momennya ‘dilamar’ Henry Lau dengan pinangan menjadi jodohnya.

“Prilly, mau jadi jodohku?” kata Henry Lau yang berusaha berbicara bahasa Indonesia kepada Prilly Latuconsina.

Namun ‘lamaran’ Henry Lau dijawab Prilly Latuconsina dengan pernyataan menggantung. “Mau nggak ya?” jawab Prilly sambil saling bertatapan dengan penyanyi Korea asal Kanada tersebut.

Baca Juga:
Bukan Film Horor, Prilly Latuconsina Frustrasi Main di 12 Cerita Glen Anggara

Sementara itu, keinginan menikah dengan Henry Lau dituliskan Prilly Latuconsina melalui caption. Setelah ‘dilamar’ Henry Lau, Prilly Latuconsina mulai memikirkan adat yang akan dipilih saat menikah nanti.

“Pake adat apa ya? @henryl89,” tulis Prilly Latuconsina pada Sabtu (13/8/2022).

Berbagai tanggapan dituliskan rekan-rekan artis Prilly Latuconsina serta warganet. Ada yang memberikan dukungan, tetapi tak sedikit pula melarang.

“Gak,” komentar Denny Sumargo dengan menambahkan emoji sedih. “@sumargodenny kenapaaa siiii,” balas Prilly Latuconsina.

“Ngakak abis,” goda Iman Usman yang digosipkan sebagai kekasih baru Prilly Latuconsina. “@imanusman udah gak usah cari jauh-jauh ini di depan mata udah ngajakin,” jawab Prilly.

Baca Juga:
Geger Prilly Latuconsina Dicarikan Jodoh oleh Sandiaga Uno: Banyak yang Minder

“Kawal sampe pelaminan sii,” komentar akun @anjarranii. “Iri banget Loch,” sahut akun @its.noonajin_.

Selain Prilly Latuconsina, Henry Lau diketahui juga bertemu penyanyi cantik Rossa. Seperti diketahui, Rossa bernaung di SM Entertainment yang merupakan agensi lama Henry Lau.

Kontributor : Neressa Prahastiwi



Sumber Berita

Kuasanya Dicabut, Eks Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Minta "Fee" Rp
15 Triliun

Kuasanya Dicabut, Eks Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Minta "Fee" Rp 15 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan pengacara Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Deolipa Yumara, mengatakan, dirinya meminta bayaran sebesar Rp 15 triliun kepada negara.

Pasalnya, dirinya ditunjuk Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menjadi pengacara Bharada E, tetapi kini kuasanya dicabut.

“Ini kan penunjukan dari negara, dari Bareskrim. Tentunya saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara, saya minta Rp 15 triliun supaya saya bisa foya-foya,” ujar Deolipa saat dihubungi, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Tanda Tanya Pencabutan Kuasa Pengacara Bharada E: Sempat Disentil Kabareskrim hingga Ngaku Dapat Teror

Deolipa menekankan, statusnya sebagai kuasa hukum Bharada E dari tanggal 6-10 Agustus 2022 berdasarkan penunjukan negara.

Dia mengancam akan menggugat sejumlah pejabat negara jika fee Rp 15 triliunnya tidak dibayar.

“Negara kan kaya, masa kita minta Rp 15 triliun enggak ada? Ya kalau enggak ada, kita gugat,” tuturnya.

Baca juga: Pengacara Baru Bharada E, Ronny Talapessy Politikus PDI-P

Lebih jauh, Deolipa mengaku akan menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono jika fee tidak dibayarkan.

Gugatan akan dilayangkan secara perdata ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sementara itu, Deolipa mengeklaim belum menerima pemberitahuan dari Bareskrim perihal pencabutan kuasanya sebagai pengacara Bharada E.

“Belum, belum. Cuma kalau kita mulai dengan doa, harus kita tutup dengan doa,” imbuh Deolipa.

Baca juga: Surat Terbuka Keluarga Bharada E: Kami Takut

Sumber Berita

Eks Istri Sindir Suami Zaskia Gotik yang Lagi Bermasalah?

Eks Istri Sindir Suami Zaskia Gotik yang Lagi Bermasalah?


Jakarta

Suami Zaskia Gotik, Sirajuddin Mahmud sedang diterpa masalah. Sirajuddin Mahmud digugat salah seorang perempuan yang mengaku sudah memiliki anak darinya.

Hingga sampai saat ini, Zaskia Gotik dan Sirajuddin Mahmud belum buka suara mengenai hal ini.

Tapi ada yang menarik perhatian dalam postingan mantan istri Sirajuddin Mahmud, Imel Putri Cahyati.

Dalam postingannya, Imel memposting sebuah lagu dari NOAH dengan judul Separuh Aku. Imel juga menirukan lirik lagu tersebut.

“Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali,” ungkap Imel Putri Cahyati.

Postingan itu langsung mendapatkan komentar dari netizen. Mereka mengatakan jika apa yang diposting Imel disebut menyindir Sirajuddin Mahmud.

[Gambas:Instagram]

“itu sindiran buat si rajudin ya,” ungkap akun ueytr****.

“Aku numpang ketawa teh Imel,” kata akun nier****.

“Kasian ya gotik,” papar akun iemhjr***.

“Mantap sindiranya pas bgt tuh lagu nya hehe…,” imbuh akun lainnya.

Sebelumnya, sosok Veranosiliyana muncul menggugat suami Zaskia Gotik. Momen kemunculan Veranosiliyana dianggap tak tepat karena Zaskia tengah hamil.

Indra Tarigan seorang pengacara yang mengaku kenal dengan Veranosiliyana dan menyebut perempuan itu juga dikenal sebagai Inez Gonzales. Mengaku kenal juga dengan Zaskia Gotik, Indra Tarigan menyinggung soal rasa tega Veranosiliyana.

“Lah sekarang dia (Zaskia Gotik) lagi hamil ya, terus suaminya hamilin orang, gimana perasaannya sebagai perempuan? Tega nggak?” kata Indra Tarigan.

Indra Tarigan mengatakan pengacara Veranosiliyana sempat menghubunginya. Pengacara Veranosiliyana ingin membawa masalah ini ke media.

Instagram Veranosiliyana sampai saat ini masih dikunci. Veranosiliyana menggugat Sirajuddin Mahmud Sabang guna anaknya diakui sebagai anak kandung.

Veranosiliyana menggugat Sirajuddin Mahmud Sabang ke Pengadilan Negeri Cikarang. Saat ini, Zaskia Gotik tengah hamil anak kedua dari pernikahan Sirajuddin Mahmud Sabang.

Simak Video “Kehadiran Suami Zaskia Gotik dan Veranosiliyana Ditunggu di Sidang Kedua
[Gambas:Video 20detik]
(wes/pus)





Sumber Berita

Singapura Akan 'Usir' Eks Presiden Sri Lanka Setelah 15 Hari

Singapura Akan 'Usir' Eks Presiden Sri Lanka Setelah 15 Hari


Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang kabur ke Singapura dan tengah dalam proses pengunduran diri hanya memiliki waktu selama 15 hari di negara tersebut.

Melansir news18.com, Senin (18/7/2022), hal itu diungkapkan sumber dari pihak berwenang Singapura yang menyatakan Rajapaksa hanya memiliki izin tinggal selama 15 hari dan tidak mungkin diperpanjang.

Tidak jelas ke mana Rajapaksa akan pergi setelah 15 hari. Sebelum ke Singapura, dia sempat ‘mampir’ ke Maladewa.

Adapun, sumber tersebut mengatakan Rajapaksa ingin melanjutkan ‘pelariannya’ ke India. Namun, India telah menolaknya karena tidak ingin memancing konflik dengan Sri Lanka.

Sementara itu, dalam perkembangan terbaru, Presiden sementara Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, telah mengumumkan keadaan darurat, menurut pemberitahuan pemerintah yang dirilis Minggu (17/7/2022) malam.

Keadaan darurat ditetapkan saat pemerintahan Wickremesinghe berusaha memadamkan kerusuhan sosial dan mengatasi krisis ekonomi yang mencengkeram Negeri Ceylon tersebut sekaligus melakukan pemilihan presiden yang baru.

“Adalah bijaksana, demikian untuk dilakukan (keadaan darurat), demi kepentingan keamanan umum, perlindungan ketertiban umum dan pemeliharaan persediaan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat,” kata pernyataan tersebut, melansir Reuters, Senin (18/7/2022).

[Gambas:Video CNBC]


(luc/luc)




Sumber Berita

Eks Komisioner KPU Viryan Azis akan Dimakamkan di Pontianak

Eks Komisioner KPU Viryan Azis akan Dimakamkan di Pontianak


loading…

Eks Komisioner KPU Viryan Aziz meninggal dunia pukul 03.00 WIB di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Foto/SINDOnews

JAKARTA – Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) periode 2017-2022, Viryan Aziz meninggal dunia pada Sabtu (21/5/2022) pukul 03.00 WIB di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

Eks anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah menyebut almaruh Viryan akan dimakamkan di Pontianak, Kalimantan Barat. “Rencana akan dimakamkan di Pontianak,” kata Ferry saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Ferry menambahkan almarhum Viryan akan disemayamkan terlebih dahulu di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat sebelum diberangkatkan ke Pontianak untuk dimakamkan.

Baca juga: Viryan Azis, Mantan Komisioner KPU Meninggal Dunia

“Rencana akan disemayamkan sejenak di Kantor KPU, setelah pemulasaraan jenazah (dimandikan dan dikafani) sebelum pemberangkatan jenazah,” ucapnya.

Baca juga: KPU Se-Indonesia Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan Viryan Azis

“Info mutakhir sudah dapat kargo jenazah Batik jam 13.00 WIB. Persemayaman setelah pemulasaraan jenazah selesai dan sebelum pemberangkatan jenazah menuju pemakaman,” imbuhnya.

Sebelumnya, pria kelahiran Jakarta 4 September 1975 silam itu sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan otak. Sehingga harus menjalani operasi karena ada pendarahan di otak.

“Saya dengar operasi itu dilakukan karena memang ada stroke, pendarahan di otaknya. Jadi ada pendarahan di otaknya sehingga harus dilakukan operasi,” ujar mantan anggota KPU Hadar Nafis Gumay.

(cip)



Sumber Berita

Negara Tetangga Catat Kasus Cacar Monyet, Ini Pesan Eks Bos WHO untuk RI

Negara Tetangga Catat Kasus Cacar Monyet, Ini Pesan Eks Bos WHO untuk RI


Jakarta

Australia melaporkan kasus diduga cacar monyet, pasien baru saja pulang dari Eropa. Adalah pria berusia 40 tahun yang mengeluhkan gejala ringan beberapa hari setelah sampai di Sydney.

“Gejala secara klinis sesuai dengan cacar monyet,” beber departemen kesehatan negara bagian New South Wales, dikutip dari Reuters.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Tjandra Yoga Aditama berpesan Indonesia sebaiknya mewaspadai penyakit tersebut.

“Kita tahu bahwa sudah dilaporkan juga dugaan kasus dari Australia. Artinya, kita di Indonesia perlu memahami penyakit ini,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (21/5/2022).

“Dan melakukan pengendalian cacar monyet bila diperlukan,” sambung dia.

Prof Tjandra yang tengah berada di Amerika Serikat menggambarkan proses identifikasi kasus cacar monyet di New York. Menurutnya, sampel pasien yang dirawat semula dikirim ke laboratorium kesehatan kota dan jika dinyatakan positif bakal diverifikasi lebih lanjut oleh Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC). Hal ini untuk memastikan apakah pasien benar-benar terkait cacar monyet.

“Ini adalah salah satu bentuk sistem rujukan berjenjang yang baik juga diterapkan di negara kita,” beber dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, WHO langsung melakukan rapat darurat usai laporan cacar monyet tercatat lebih dari 100 kasus, Jumat (20/5). Cacar monyet hingga kini sudah ditemukan di negara berikut.

  • Belgia
  • Prancis
  • Jerman
  • Italia
  • Belanda
  • Portugal
  • Spanyol
  • Swedia
  • Inggris
  • Amerika Serikat
  • Kanada
  • Australia.

Simak Video “WHO Kritik Negara-negara yang Berlakukan Larangan Masuk untuk Afrika
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)




Sumber Berita

Eks Kekasih Sebut Johnny Depp Sosok Pengontrol dan Pemarah

Eks Kekasih Sebut Johnny Depp Sosok Pengontrol dan Pemarah


Jakarta

Kasus pencemaran nama baik yang dilayangkan Johnny Depp kepada Amber Heard masih berlangsung. Salah satu eks kekasih sang aktor, Ellen Barkin, turut bersaksi di persidangan.

Dia menceritakan detail tentang hubungan masa lalunya di dekade 1990-an. Selama persidangan, ia menyebutkan perilaku Johnny Depp adalah orang yang pengontrol dan kerap cemburuan.

Pada persidangan di 19 Mei, ada sepotong cuplikan video yang ditayangkan di ruang sidang. Dalam video tersebut, aktris yang kini berusia 68 tahun itu pernah tampil bersama Johnny Depp dalam film Fear and Loathing in Las Vegas pada 1998.

Ia bersaksi bahwa mantan kekasihnya menunjukkan perilaku menuntut dan mengontrol selama mereka berpacaran.

Menurut Elle Barkin, persahabatan platonis mereka berubah menjadi seksual di tahun 1994 ketika dia pindah ke Hollywood. Saat itu, keduanya bertemu sebanyak tiga sampai empat kali dalam seminggu selama beberapa bulan.

“Dia menjadi seorang kekasih yang pencemburu,” tegasnya.

“Johnny Depp selalu bertanya ‘ke mana Anda pergi? Dengan siapa Anda pergi? Apa yang Anda lakukan tadi malam?’,” katanya lagi.

Dalam satu titik hubungan mereka, Elle Barkin mengklaim Johnny Depp sangat pemarah. Gara-gara satu hal tentang goresan di punggungnya.

Johnny Depp menuduhnya tidur dan berhubungan seks dengan pria lain. Bahkan bintang Pirates itu selalu berdalih wajar saja untuk cemburuan gara-gara masalah tersebut.

“Pada akhirnya, Johnny Depp adalah orang yang akhirnya memutuskan hubungan mereka. Itu adalah perpisahan besar dan setelah itu saya tidak pernah mendengar kabar apapun darinya,” sambungnya.

Johnny Depp, 58 tahun, sebelumnya mengkonfirmasi hubungan asmaranya dengan Elle Barkin dalam persidangan. Tapi, ia membantah tuduhannya bahwa pernah melemparkan botol ke arahnya.

Depp menegaskan mantan kekasihnya itu punya dendam kepadanya karena menginginkan hubungan yang layak. Sayangnya, Johnny Depp tidak menginginkannya.

“Saya tidak merasakan hal yang sama tentang dia seperti dia. Dan saya kira sejak saat itu dia menjadi sangat, sangat marah dan sejak itu saya tidak berbicara dengan Elle Barkin,” tegas Johnny Depp.

(tia/mau)



Sumber Berita

Ini Beda Awal Kemunculan Covid vs Hepatitis Akut dari Eks WHO

Ini Beda Awal Kemunculan Covid vs Hepatitis Akut dari Eks WHO


Jakarta, CNBC Indonesia – Penyakit hepatitis akut misterius yang sedang melanda dunia telah masuk ke Indonesia. Kabar terbaru, ada 21 orang di DKI Jakarta yang diduga terinfeksi penyakit misterius tersebut.

Hal ini membuat masyarakat mulai khawatir apakah ada kemungkinan penyakit ini akan berkembang seperti pandemi Covid-19.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia TenggaraTjandra Yoga Aditama menjelaskan beda awal munculnya Covid-19 dan hepatitis misterius.

Ia menyebut hanya butuh waktu sebulan, WHO langsung mengklasifikasikan Corona sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia.

“Covid-19 pertama terdeteksi oleh WHO pada 31 Desember 2019, waktu itu namanya tentu belum Covid-19, namanya masih Pneumonia of Unknown Cause, pneumonia/radang paru yang belum diketahui penyebabnya. Satu bulan kemudian, pada 30 Januari 2020, penyakit ini oleh WHO sudah dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) [Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia], sesuai aturan International Health Regulation (IHR),” jelas Tjandra, dikutip dari Detikcom, Jumat (13/5/2022).

“Pada 30 Januari 2020 itu, atau sebulan sesudah dideteksi maka sudah ada hampir 20 ribu kasus konfirmasi dan suspek, tepatnya 19.961. Juga sudah ditemukan bukti adanya penularan antarmanusia. Lalu, karena kasus terus berkembang dengan berbagai dimensinya maka pada pada 11 Maret 2020 Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO,” lanjutnya.

Menurut Tjandra, ini jelas berbeda dengan yang terjadi pada hepatitis akut misterius. Sebab, sudah lebih dari sebulan jumlah kasus probable hepatitis akut misterius di dunia tidak sebanyak Covid-19.

“Sementara ‘acute hepatitis of unknown aetiology‘ [istilah yang senada dengan Pneumonia of Unknown Cause di awal Januari 2020 untuk Covid-19] atau hepatitis/radang hati akut yang belum jelas penyebabnya ini mulai dideteksi WHO pada 5 April 2022. Sesudah lebih dari sebulan berjalan, jumlah kasus probable di dunia sekitar 300-an,” ungkapnya.

Berdasarkan data per 10 Mei, lanjut Tjandra, tercatat 348 kasus probable dari 21 negara di dunia. Sebanyak 26 di antaranya memerlukan transplantasi hati.

“Di sisi lain, juga belum ada informasi yang jelas tentang ada tidaknya penularan antar manusia. Tentu saja sampai sekarang hepatitis akut berat ini belum dinyatakan sebagai PHEIC, karena masih membutuhkan data ilmiah yang lebih jelas lagi,” kata Prof Tjandra.

Maka dari itu, Prof Tjandra mengatakan Covid-19 dan hepatitis akut misterius ini sangat berbeda. Meski tidak seperti Covid-19, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan melakukan antisipasi.

“Walaupun demikian, kita semua tentu perlu waspada penuh dan melakukan antisipasi memadai, jangan abai tetapi juga jangan pula panik. Lakukan penanggulangan sejalan perkembangan ilmu yang ada, dan beri penjelasan menyeluruh pada masyarakat luas.” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)




SUMBER BERITA

Copyright © ABIBUNDA. All rights reserved.
Back To Top