ABIBUNDA

Kumpulan Berita Indonesia Update

Loading...
Ngaku pernah berhubungan, Ricky Miraza sebut Kalina Oktarani punya
penyakit kelamin, manajer bantah: Itu ISK

Ngaku pernah berhubungan, Ricky Miraza sebut Kalina Oktarani punya penyakit kelamin, manajer bantah: Itu ISK


Hops.ID – Kabar mengejutkan datang dari Kalina Oktarani, mantan istri Vicky Prasetyo dan Deddy Corbuzier itu rupanya sudah putus dari pacarnya Ricky Miraza.

Hal tersebut terungkap dari postingan Instagram story Ricky Miraza.

Seperti apa kisahnya? Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Siti Badriah akui suka bereksprimen saat berhubungan dengan pasangan: Lagi berhubungan tiba-tiba…

Ricky Miraza mengaku telah putus dari Kalina dan membuat publik kaget karena usia hubungan masih seumur jagung.

“Mending milih putus,” tulis Ricky Miraza seperti dikutip Hops.ID dari Suara.com, Selasa 19 Juli 2022.

Namun bukan kabar mengenai putusnya hubungan keduanya saja yang mengejutkan, namun Rizky Miraza menyebutkan jika Kalina Oktarani memiliki penyakit kelamin. Hal itulah yang menjadi alasan Ricky Miraza memilih putus dari Kalina.

Baca Juga: Miris! Penampilan terbaru Angga Wijaya jadi sorotan, dulu makan di restoran mewah kini beralaskan daun pisang

“Penyakit kelamin itu menular,” kata Ricky Miraza.



Sumber Berita

Bukan Penyakit Kelamin Menular, Ini Fakta ISK yang Diidap Kalina
Oktarani

Bukan Penyakit Kelamin Menular, Ini Fakta ISK yang Diidap Kalina Oktarani


Jakarta

Cekcok Ricky W Miraza dan Kalina Oktarani belakangan jadi sorotan publik. Pasalnya, Ricky, mantan Kalina, menuding dirinya mengidap penyakit kelamin menular.

Ia mengaku menyesal telah salah memilih perempuan. “Mending milih putus, soalnya penyakit kelamin itu menular… Maafkan selama ini kecerobohan saya memilih wanita,” unggah Ricky W dalam akun pribadinya.

Menanggapi tudingan tersebut, Kalina bertanya pada dokter mengenai infeksi kandung kemih yang diderita olehnya itu berbahaya atau tidak. Karena dirinya merasa difitnah lantaran infeksi saluran kemih yang dikaitkan dengan perilaku yang tidak baik.

“Nggak kok bu, ini byk yg kena jg. Lbh ke arah kebersihan, sering nahan pipis jg bs infeksi kemih. ISK bukan infeksi menular seksual ya. Ga menular kok ini,” jawab dokter.

Apa Itu ISK?

Dikutip dari Medical News Today, ISK terjadi karena mikroba seperti bakteri mengatasi pertahanan tubuh di saluran kemih. Mereka dapat mempengaruhi ginjal, kandung kemih, dan saluran yang berjalan di antara mereka.

Pasalnya, gejala yang mengakibatkan infeksi saluran kemih di antaranya hasrat ingin pipis terus menerus, perih saat kencing, sering ngompol, urine tampak berkabut, urine berwarna merah, pink cerah, atau seperti cola. Gejalanya disertai menyengat, dan nyeri panggul pada perempuan.

ISK Tak Menular

Dokter yang menangani Kalina pun menjelaskan bahwa infeksi saluran kemih tidak menular. Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor risiko infeksi saluran kemih.

  • Kelainan saluran kemih
  • Penyumbatan saluran kemih
  • Diabetes dan penyakit lain yang merusak sistem kekebalan tu hh
  • Penggunaan kateter
  • Operasi saluran kemih.

Simak Video “Risiko dari Seks Bebas atau FWB: Kencing Nanah Hingga Mandul
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)




Sumber Berita

Penuh haru, Ruben Onsu akhirnya ungkap dua penyakit yang bersarang di
otaknya, begini detailnya

Penuh haru, Ruben Onsu akhirnya ungkap dua penyakit yang bersarang di otaknya, begini detailnya


Hops.ID – Keluarga presenter kondangan Ruben Onsu dan Sarwendah akhir-akhir ini menuai sorotan publik.

Hal ini perihal kondisi kesehatan Ruben Onsu dan sang istri yang dikabarkan mengidap penyakit langka.

Sempat disembunyikan dari publik bahkan dari teman-temannya sesama artis, Ruben Onsu akhirnya ungkap kondisi yang dialami saat ini.

Baca Juga: Inez Gonzalez, wanita yang mengaku dihamili suami Zaskia Gotik: Disuruh gugurin sampai mau akhiri hidup

Ternyata setelah melakukan MRI, ada dua jenis penyakit yang bersarang di bagian otak Ruben Onsu.

Hal ini jugalah yang membuat tangan kanan dan kirinya berbeda suhu saat dipegang orang lain.

“Kemarin aku udah MRI, ada bercak putih di bagian otak dan yang kedua ada masson syndrome,” ujar Ruben dilansir melalui Trans7 Official pada Selasa, 19 Juli 2022.

Penyakit tersebut ada beberapa tingkatan yang salah satunya berefek pada penglihatan.

Baca Juga: Tegas! Haji Faisal tak mau tatap muka bahkan salaman jika Doddy Sudrajat masih belum lakukan hal ini



Sumber Berita

Jawaban Kalina Oktarani Dituding Ricky W Miraza Punya Penyakit Kelamin

Jawaban Kalina Oktarani Dituding Ricky W Miraza Punya Penyakit Kelamin


Jakarta

Ricky W Miraza diduga putus dengan Kalina Oktarani. Namun, Ricky mengunggah tulisan soal penyakit kelamin yang diduga ditujukan ke Kalina Oktarani.

Ricky mengunggah di Instagram Stories soal penyakit kelamin. Dia juga meminta maaf sudah memilih perempuan yang salah.

“Mending milih putus, soalnya penyakit kelamin itu menular… Maafkan selama ini kecerobohan saya salah pilih wanita…,” unggah Ricky W Miraza.

Kalina Oktarani langsung memberikan respons. Dia mengunggah percakapan dengan dokter soal penyakit yang diduga diidapnya. Kalina Oktarani bertanya soal infeksi kandung kemih yang dia idap.

“Infeksi kandung kemih yang saya derita sebenarnya bahaya nggak dok? Karena saya difitnah, infeksi kandung kemih yang saya derita itu katanya penyakit kelamin karena dulunya saya melakukan hal2 tidak baik…,” tanya Kalina Oktarani pada dokternya.

“Engga kok bu, ini byk yg kena jg lbh ke arah kebersihan, sering nahan pipis jg bs infeksi kemih,” jawab dokternya.

“Saya difitnah banyak wartawan hubungi management saya katanya saya sakit kelamin berbahaya dok,” balas Kalina lagi.

“isk bukan infeksi menular seksual ya. Yaampun bukan,” tegas dokternya.

[Gambas:Instagram]

Dalam percakapannya dengan dokter, Kalina Oktarani mengakui dirinya bicara kepada mantan pasangannya yang diduga Ricky W Miraza soal penyakit infeksi kandung kemih yang dia alami.

“Krn saya cuma blg ke mantan pasangan saya, saya sakit infeksi kandung koh, dan dia langsung menjudge saya kena penyakit menular,” tulis Kalina Oktarani menjelaskan kepada dokternya.

“Tp isk bukan infeksi menular seksual ya. Ga menular kok ini,” jawab dokter.

Kalina Oktarani meminta izin menjadikan WhatsApp dengan dokter sebagai bukti dirinya tidak terjangkit penyakit kelamin yang berbahaya dan menular.

“InsyaAllah ini menjawab fitnahan yg disana ttg saya #TentangISK,” tulis Kalina Oktarani.

Simak Video “Ngaku Cerai dari Vicky Prasetyo, Kalina: Sudah Nggak Nyaman!
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)





Sumber Berita

Kalina Oktarani Jawab Tudingan Idap Penyakit Kelamin

Kalina Oktarani Jawab Tudingan Idap Penyakit Kelamin


Jakarta, CNN Indonesia

Kalina Oktarani menjawab tudingan yang mengatakan ia mengidap penyakit kelamin. Ia mengunggah potongan pembicaraan bersama seorang dokter yang menjelaskan bahwa Kalina tidak menderita penyakit kelamin, melainkan infeksi saluran kemih.

Awalnya Kalina bertanya kepada dokter apakah infeksi saluran kemih yang ia alami itu berbahaya atau tidak. Namun, dokter menjawab bahwa infeksi tersebut tidak berbahaya.

“Karena saya difitnah, infeksi kandung kemih yang saya derita itu katanya penyakit kelamin karena dulunya saya melakukan hal-hal tidak baik,” kata Kalina kepada dokter lewat WhatsApp, seperti unggahannya lewat Instagram, Senin (18/7).

“Enggak kok bu, ini banyak yang kena juga. Lebih ke arah kebersihan, sering nahan pipis juga bisa infeksi kemih,” jawab dokter tersebut.

Kemudian, dokter itu kembali menegaskan bahwa infeksi saluran kemih bukanlah infeksi menular seksual atau penyakit kelamin.

Dokter itu menanyakan balik soal diagnosis infeksi saluran kemih yang diderita Kalina. Kalina menjawab bahwa ini bermula dari tudingan mantan kekasihnya, Ricky W. Miraza.

[Gambas:Video CNN]

“Karena saya cuma bilang ke mantan pasangan saya, saya sakit infeksi kandung koh, dan dia langsung men-judge saya kena penyakit menular,” jawab Kalina.

Kalina pun meminta izin kepada dokter untuk mengunggah percakapan tersebut ke media sosial untuk membuktikan bahwa ia tidak mengidap penyakit kelamin.

“InsyaAllah ini menjawab fitnahan yg disana ttg saya #TentangISK,” tulis Kalina dalam keterangan foto di akun pribadi Instagramnya yang dibubuhkan tagar infeksi saluran kemih.

CNNIndonesia.com telah meminta izin Kalina Oktarani untuk mengutip unggahannya.

[Gambas:Instagram]

Sebelumnya, Kalina Oktarani dikabarkan telah putus dengan kekasih barunya, Ricky W. Miraza. Mantannya itu sempat mengunggah sebuah tulisan soal penyakit kelamin.

Tulisan yang diunggah lewat Instagram Story itu diduga ditujukan kepada Kalina.

Mending milih putus, soalnya penyakit kelamin itu menular… Maafkan selama ini kecerobohan saya salah pilih wanita…,” kata Ricky W Miraza, seperti dikutip dari detikcom.


Gif banner Allo Bank

(pra/pra)

[Gambas:Video CNN]






Sumber Berita

Ngaku pernah berhubungan, Ricky Miraza sebut Kalina Oktarani punya
penyakit kelamin, manajer bantah: Itu ISK

Ngaku pernah berhubungan, Ricky Miraza sebut Kalina Oktarani punya penyakit kelamin, manajer bantah: Itu ISK


Hops.ID – Kabar mengejutkan datang dari Kalina Oktarani, mantan istri Vicky Prasetyo dan Deddy Corbuzier itu rupanya sudah putus dari pacarnya Ricky Miraza.

Hal tersebut terungkap dari postingan Instagram story Ricky Miraza.

Seperti apa kisahnya? Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Siti Badriah akui suka bereksprimen saat berhubungan dengan pasangan: Lagi berhubungan tiba-tiba…

Ricky Miraza mengaku telah putus dari Kalina dan membuat publik kaget karena usia hubungan masih seumur jagung.

“Mending milih putus,” tulis Ricky Miraza seperti dikutip Hops.ID dari Suara.com, Selasa 19 Juli 2022.

Namun bukan kabar mengenai putusnya hubungan keduanya saja yang mengejutkan, namun Rizky Miraza menyebutkan jika Kalina Oktarani memiliki penyakit kelamin. Hal itulah yang menjadi alasan Ricky Miraza memilih putus dari Kalina.

Baca Juga: Miris! Penampilan terbaru Angga Wijaya jadi sorotan, dulu makan di restoran mewah kini beralaskan daun pisang

“Penyakit kelamin itu menular,” kata Ricky Miraza.



Sumber Berita

Kalina Oktarani Dapat Dukungan Usai Dituding Punya Penyakit Kelamin

Kalina Oktarani Dapat Dukungan Usai Dituding Punya Penyakit Kelamin


Jakarta

Kalina Oktarani mendapatkan tudingan yang diduga dari mantan kekasihnya, Ricky W Miraza.

Dalam tulisan yang diunggah ke Instagram Stories miliknya, Ricky W Miraza menuliskan penyakit kelamin. Dia juga meminta maaf sudah memilih perempuan yang salah.

“Mending milih putus, soalnya penyakit kelamin itu menular… Maafkan selama ini kecerobohan saya salah pilih wanita…,” unggah Ricky W Miraza.

Meski tidak memberikan langsung kepada siapa tulisan itu ditujukan, tapi Kalina Oktarani langsung memberikan jawaban. Hal ini terlihat dalam Instagram miliknya.

Kalina Oktarani menunjukkan bukti chat dengan seorang dokter tentang penyakit yang diidapnya.

“Infeksi kandung kemih yg saya derita sebenarnya bahaya ga dok? Karena saya difitnah, infeksi kandung kemih yg saya derita itu katanya penyakit kelamin karena dulunya saya melakukan hal2 tidak baik…,” tanya Kalina Oktarani pada dokternya.

“Engga kok bu, ini byk yg kena jg lbh kearah kebersihan, sering nahan pipis jg bs infeksi kemih,” jawab dokternya.

“Saya difitnah banyak wartawan hubungi management saya katanya saya sakit kelamin berbahaya dok,” balas Kalina lagi.

“isk bukan infeksi menular seksual ya. Yaampun bukan,” tegas dokternya.

Dalam percakapannya dengan dokter, Kalina Oktarani mengakui dirinya bicara kepada mantan pasangannya yang diduga Ricky W Miraza soal penyakit infeksi kandung kemih yang dia alami.

“Krn saya cuma blg ke mantan pasangan saya, saya sakit infeksi kandung koh, dan dia langsung menjudge saya kena penyakit menular,” tulis Kalina Oktarani menjelaskan kepada dokternya.

“Tp isk bukan infeksi menular seksual ya. Ga menular kok ini,” jawab dokter.

Kalina Oktarani meminta izin menjadikan WhatsApp dengan dokter sebagai bukti dirinya tidak terjangkit penyakit kelamin yang berbahaya dan menular.

“InsyaAllah ini menjawab fitnahan yg disana ttg saya #TentangISK,” tulis Kalina Oktarani.

Akan postingan tersebut, Kalina Oktarani mendapatkan dukungan dari netizen dan sahabat.

“Ayank Syafakillah jangan tahan buang air kecil dan jangan pakai pantyliners kelamaan, juga minum air putih yang banyak yaaa jangan dengar orang yang nge-judge itu gak paham . Semoga Allah berikan ayank kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT #pelukcium,” ungkap Ade Fitri.

“Aku gak mau komentar apapun, yang jelas aku cuma mau komentar semoga kakak bisa cepat sembuh… dan orang yang sudah memfitnah kakak juga bisa diberi balasan di suatu saat nanti…,” kata akun ieuyr****.

“Semoga diberi kesehatan selalu agar terus merawat kebaikan,” terang akun lainnya.

Simak Video “Ngaku Cerai dari Vicky Prasetyo, Kalina: Sudah Nggak Nyaman!
[Gambas:Video 20detik]
(wes/tia)



Sumber Berita

Penyakit Ternak Meluas di 14 Daerah di Jatim - Surabaya

Penyakit Ternak Meluas di 14 Daerah di Jatim - Surabaya


Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini terus berupaya untuk mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan rutin ke sejumlah daerah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Budi Santosa mengatakan, aksi penyemprotan disinfektan menyeluruh terutama di sentra-sentra peternakan ini dilakukan menyusul meluasnya wabah PMK terhadap ternak di Jatim.

“Penyemprotan disinfektan saat ini kami lakukan di kandang ternak Dawar Blandong di Kabupaten Mojokerto, pasar hewan Balongpanggang dan Surojenggolo di Gresik, pasar hewan Tikung dan Babat di Lamongan, Pasar Hewan Mojoagung Jombang, Pasar Hewan dan RPH Ngoro yang juga berada di Jombang, serta pasar hewan dan RPH Krian di Mojokerto,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga melakukan penyemprotan di pasar hewan Gempol yang berlokasi di Dusun Bandaran Desa Gempol, pasar hewan Pandaan di Desa Kutorejo-Kecamatan Pandaan, dan pasar hewan Sukorejo di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo.

Adapun berdasarkan data Posko PMK Pemprov Jatim, sebaran PMK telah terdeteksi di 14 kabupaten/kota. Tercatat sudah sebanyak 6.433 sapi terkonfirmasi terinfeksi PMK. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 5.560 ekor sapi masih dalam kondisi sakit, dan sebanyak 838 ekor sapi dinyatakan sembuh, dan 35 ekor sapi telah mati.

Sekretaris Dinas Peternakan Jatim, Aftabuddin menambahkan bahwa tingkat kesembuhan sapi yang terpapar PMK di Jatim masih tergolong cukup tinggi, dan tingkat mortalitas atau kematian hewan ternak akibat PMK juga cukup rendah.

“Tingkat mortalitasnya saat ini berada di kisaran 0,6 persen dari total kasus. Ini masih jauh dari batas mengkhawatirkan, karena untuk tingkat kematian dengan kategori tinggi itu ada di kisaran 1 – 5 persen,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Aftabuddin, Pemprov Jatim terus berupaya untuk mengoptimalkan pengobatan hewan ternak yang terjangkit PMK ini. Termasuk melakukan isolasi terhadap daerah-daerah yang terjangkit PMK.

“Penanganan PMK terus diintensifkan, daerah yang telah terjangkit langsung diisolasi, dan pembatasan pengiriman ternak juga diperketat. Sementara daerah yang belum ada kasus masih diberi kelonggaran,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Konten Premium

Masuk / Daftar





SUMBER BERITA

Imunisasi Saat Pandemi Efisien Cegah Penyakit Lebih Menular

Imunisasi Saat Pandemi Efisien Cegah Penyakit Lebih Menular


JAKARTA — Ketua Satgas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Hartono Gunardi mengatakan imunisasi pada masa pandemi sangat efisien dalam melindungi anak dari ancaman penyakit yang lebih menular dari Covid-19. Peningkatan kasus penyakit dapat dicegah dengan imunisasi.

“Imunisasi merupakan program layanan kesehatan yang sangat terdampak pandemi di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” kata Hartono Gunardi, Kamis (12/5). Jenis penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi di antaranya hepatitis B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, pneumonia, dan meningitis yang disebabkan oleh Hemophilus Influenza tipe b (Hib).

Berdasarkan hasil penelitian, kata Hartono, setiap kasus anak yang terinfeksi Covid-19 saat melakukan imunisasi setara dengan 80 kematian yang bisa dicegah oleh imunisasi. “Imunisasi pada masa pandemi sangat efisien dalam melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.

Menurut Hartono, masyarakat sering takut untuk mengakses layanan imunisasi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia karena Covid-19 sangat menular. “Sebab satu penderita Covid-19 bisa menulari tiga hingga lima orang sehat lain bila tidak diimunisasi,” katanya.

Hartono mencontohkan campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, bahkan jauh lebih menular dari Covid-19. Satu penderita campak bisa menulari sekitar 12 hingga 18 anak lain yang tidak diimunisasi. “Kita perlu waspada dengan penyakit ini,” katanya.

Penyakit lainnya adalah rubella yang dapat mengakibatkan kecacatan pada janin yang dikandung dan menjadi beban anak seumur hidup untuk mengakses pengobatan. Anak bahkan bisa dikucilkan masyarakat dan menjadi beban bagi pembiayaan yang bersumber dari keuangan negara.

“Imunisasi adalah program yang mulia dalam mencegah penyakit. Ada 1,7 juta anak yang belum mendapat imunisasi lengkap. Ini perlu dilindungi agar anak sehat dan tubuh berkembang jadi generasi emas pada 2045,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan kebijakan pemerintah menambah tiga varian baru vaksin dalam program imunisasi dasar anak merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer. “Kami menambah jumlah imunisasi wajib kepada masyarakat dari 11 menjadi 14 vaksin,” kata dia.

Tiga vaksin baru itu, yakni HPV untuk pencegahan kanker serviks bagi para ibu, PCV untuk pneumonia pada balita dan Rotavirus untuk pencegahan diare pada balita. “Seluruh vaksin merupakan bagian dari imunisasi dasar,” katanya.





SUMBER BERITA

Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku Hewan? Apakah Bisa Menular ke Manusia?

Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku Hewan? Apakah Bisa Menular ke Manusia?


KOMPAS.com – Adanya laporan tentang merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat resah peternak dan masyarakat.

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com pada Kamis (12/5/2022), kasus PMK mulai dilaporkan pada Mei 2022 di Jawa Timur dan Aceh.

Baca juga: Cegah Penularan PMK, Dinas Peternakan Semarang Larang Distribusi Jeroan Mentah ke Pasar-pasar

Terakhir, sebanyak 1.247 hewan ternak di daerah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, dan Aceh Tamiang dilaporkan terinfeksi penyakit ini.

Baca juga: 150 Sapi di Lombok Tengah Terjangkit PMK, Diisolasi dan Diobati

“Sementara ini (PMK diketahui) juga sudah menyebar ke daerah lain, info yang diterima Yogyakarta, Lombok Tengah dan Lombok Timur, dan Jawa Barat,” kata Munawaroh kepada Kompas.com, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Cegah PMK, Pemkab Lumajang Siagakan Dokter Hewan di Semua Pasar Hewan

Apa itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)?

Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Pacitan, penyakit mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth desease (FMD) merupakan penyakit hewan yang bersifat akut.

PMK dikenal menyerang hewan berkuku genap termasuk sapi, kerbau, kambing dan domba yang biasanya diternakkan oleh masyarakat.

Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh virus tipe A dari famili Picornaviridae dengan genus Apthovirus.

Gejala yang terlihat dari hewan yang tertular penyakit mulut dan kuku antara lain demam tinggi, hipersalivasi, lepuh pada lidah dan mulut, pincang, dan diakhiri dengan lepasnya kuku yang menyebabkan hewan susah berdiri.

Penyakit ini menular dengan cepat dengan cara kontak langsung, terbawa oleh manusia, menular dari peralatan ternak atau kandang, dan melalui angin di daerah beriklim khusus.

Adapun masa inkubasi PMK adalah sekitar 2-14 hari sejak hewan tertular hingga timbul gejala.



SUMBER BERITA

Back To Top