ABIBUNDA

Kumpulan Berita Indonesia Update

Loading...
Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu 21 Mei, Warga di Jabodetabek Sebaiknya
di Rumah Saja

Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu 21 Mei, Warga di Jabodetabek Sebaiknya di Rumah Saja


Sabtu, 21 Mei 2022 – 11:07 WIB

BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Jabodetabek cerah berawan hingga hujan sedang pada hari ini Sabtu (21/5). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jabodetabek cerah berawan hingga hujan sedang pada hari ini Sabtu (21/5).

Berdasarkan informasi dari laman BMKG.go.id, pada siang hari, cuaca di Jakarta Barat dan Jakarta Timur diprediksi hujan sedang.

Cuaca di Jakarta Selatan diprakirakan hujan disertai petir serta di Jakarta Pusat diprediksi hujan ringan. 

Adapun cuaca di Jakarta Utara diprediksi berawan tebal dan di Kepulauan Seribu diprakirakan berawan.

Pada malam nanti, cuaca di seluruh wilayah Jakarta diprakirakan berawan.

Kecuali, cuaca di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara diprediksi hujan ringan.

Sementara suhu di Jakarta hari ini diprediksi bisa mencapai 33 derajat celsius.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di Jaktim dan Jaksel pada siang dan sore hari,” bunyi keterangan BMKG.



SUMBER BERITA

Momen Chevra Yolandi Lamar Via Vallen Terungkap, Sekaligus Rilis Lagu
Duet Denganku Saja

Momen Chevra Yolandi Lamar Via Vallen Terungkap, Sekaligus Rilis Lagu Duet Denganku Saja


Suara.com – Via Vallen dan Chevra Yolandi melangsungkan pertunangan pada 6 Mei 2022. Momen bahagia tersebut dikemas spesial melalui video klip lagu duet terbaru Via dan Chevra yang berjudul “Denganku Saja”.

Momen Chevra Yolandi meminta restu orangtua Via Vallen menjadi pembuka video klip lagu duet tersebut. Selain meminta doa restu, Chevra Yolandi juga mengungkap sosok Via Vallen di matanya.

“Papa Arifin, juga Mama Rosida, saya selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah mempertemukan dengan anak papa dan mama, Maulidia Octavia,” ujar Chevra Yolandi dalam video klip lagu “Denganku Saja” yang dibagikan kanal YouTube Via Vallen Official pada Rabu (11/5/2022).

Via Vallen dan Chevra Yolandi resmi bertunangan. [Instagram]
Via Vallen dan Chevra Yolandi resmi bertunangan. [Instagram]

“(Via Vallen) sosok perempuan yang sangat kuat, perempuan yang sangat tegar, perempuan yang tidak pernah mengeluh. Sosok perempuan yang sangat baik, yang sangat berbakti kepada kedua orangtuanya, yang membuat saya yakin berdiri dan melangkah sampai saat ini,” tutur Chevra Yolandi.

Baca Juga:
Tunangan, Via Vallen Tahan Tangis Ungkap Alasan Jatuh Hati pada Chevra Yolandi

“Untuk itu, dengan penuh kerendahan hati, ketulusan, serta kesungguhan saya, saya sekeluarga meminta izin untuk Papa Arifin dan Mama Rosida untuk melamar dan meminang Via,” kata Chevra menyambung.

Via Vallen pun mengungkap alasannya menjatuhkan hati kepada Chevra Yolandi. Via menyukai Chevra karena sang tunangan sangat menghormati orangtuanya, terutama ibu.

Via Vallen di acara pertunangan dengan Chevra Yolandi. [Instagram]
Via Vallen di acara pertunangan dengan Chevra Yolandi. [Instagram]

“Aku rasa, laki-laki yang peduli, yang memprioritaskan orangtuanya terutama ibunya adalah laki-laki yang tepat buat aku, buat pendamping hidupku. Makanya aku yakin sama kamu,” imbuh Via Vallen sambil menahan tangis.

“Dengan izin Allah, restu mama papa, aku mau terima kamu jadi calon suamiku,” pungkatutur  pelantun lagu “Sayang” tersebut. Selain suasana haru, kemeriahan acara pertunangan sang biduan juga terungkap di dalam video klip lagu “Denganku Saja”.

Lagu “Denganku Saja” rupanya diciptakan oleh Chevra Yolandi. Selain menyumbang suara indahnya, Via Vallen juga menjadi produser lagunya bersama sang tunangan itu. 

Baca Juga:
Via Vallen Diduga Tunangan dengan Pacar, Suasana Rumah Dibongkar Warga

Kontributor : Neressa Prahastiwi

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






SUMBER BERITA

Simak Apa Saja Fungsi WhatsApp Web yang Jadi Aplikasi Favorit

Simak Apa Saja Fungsi WhatsApp Web yang Jadi Aplikasi Favorit


Simak Apa Saja Fungsi WhatsApp Web yang Jadi Aplikasi Favorit

Simak Apa Saja Fungsi WhatsApp Web yang Jadi Aplikasi Favorit Ilustrasi WhatsApp di sebuah ponsel dan laptop. [Shutterstock]

Apa saja fungsi WhatsApp Web?





SUMBER BERITA

5 Saham "Big Caps" Ini Terjun Bebas Saat IHSG Jeblok, Apa Saja?

5 Saham "Big Caps" Ini Terjun Bebas Saat IHSG Jeblok, Apa Saja?


JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kebakaan pada perdagangan awal pekan Senin (9/5/2022) atau setelah buka pasar sehabis libur panjang Lebaran. IHSG anjlok 4,42 persen ditutup pada level 6.909,75. IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah di posisi 6.896,99.

Beberapa saham big caps pun ikut terkoreksi dalam. Bahkan beberapa menyentuh auto reject bawah (ARB). Adapun lima saham yang turun tajam, antara lain Astra International (ASII), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

BMRI mengalami penurunan paling dalam dan menyentuh ARB, dengan penurunan sebesar 6,98 persen, pada level Rp 8.325 per saham. BMRI mencatatkan total transaksi mencapai Rp 1,5 triliun dengan volume 175,8 juta saham. Adapun aksi jual bersih asing (net sell) BMRI mencapai Rp 131,06 miliar.

Baca juga: IHSG Anjlok, Harta Crazy Rich RI Menyusut Rp 18,89 Triliun dalam Sehari

Bank pelat merah BBRI juga mencatatkan penurunan harga saham yang cukup dalam. Sama seperti BMRI, BBRI juga ambles 6,98 persen pada level Rp 4.530 per saham. BBRI mencatatkan total transaksi sebesar Rp 2,6 triliun dengan volume 561,6 juta saham. Sementara net sell asing tercatat Rp 687,9 miliar.

Sementara itu, saham ASII sudah lebih dulu masuk ARB, yakni sejak perdagangan sesi pertama. ASII ambles 6,93 persen pada level Rp 7.050 per saham. ASII mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 576,7 miliar dengan volume 81,1 juta saham. Aksi jual bersih asing (net sell) tercatat sebesar Rp 76,04 miliar.

Di akhir perdagangan, BBCA ikutan terjun bebas dengan penurunan 6,4 persen pada level Rp 7.600 per saham. BBCA mencatatkan total transaksi yang cukup tinggi yakni Rp 3,5 triliun, dengan volume 456,8 juta saham. Adapun net sell asing BBCA mencapai Rp 1,35 triliun.

Saham big caps lainnya yang juga ikutan merosot, yakni saham BBNI dengan penurunan 4,3 persen pada level Rp 8.825 per saham. BBNI mencatatkan total transaksi sebesar Rp 919,8 miliar dengan volume 104,5 juta saham. Sementara itu, net sell asing BBNI tercatat Rp 71,21 miliar.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, pelemahan IHSG terjadi karena kekhawatiran investor akan inflasi global. Hal ini mendorong aksi panic selling selama sesi jam perdagangan.

“IHSG ditutup melemah diakibatkan kekhawatiran investor akan inflasi secara global yang akan lebih membahayakan dibandingkan perkiraan. Ada kemungkinan bahwa The Fed tidak akan bisa menahan inflasi yang menyebabkan aksi panik selling di bursa saham global,” kata Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Senin (9/5/2022).

Walau mengalami penurunan yang cukup dalam pada indeks, Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak melakukan trading halt atau penghentian perdagangan sementara. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Laksono Widodo mengatakan, pihaknya akan melakukan penghentian perdagangan atau trading halt jika penurunan menyentuh 5 persen.

“Akan ada trading halt selama 30 menit apabila indeks turun menyentuh 5 persen,” kata Laksono kepada wartawan.

Di akhir perdagangan transaksi tercatat cukup tinggi mencapai Rp 24,41 triliun dengan volume 23,76 miliar saham. Demikian juga dengan net sell asing yang mencapai Rp 2,59 triliun.

Baca juga: IHSG Berakhir Merah, Saham BBCA dan BBRI Paling Banyak Dilepas Asing

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



SUMBER BERITA

Jika Pasangan Terkesan Tidak Menghargai Privasi, Apa Kita Harus Diam
Saja?

Jika Pasangan Terkesan Tidak Menghargai Privasi, Apa Kita Harus Diam Saja?



Ana tak pernah membayangkan hubungannya akan berubah 180 derajat. Sebelum berpacaran, lelaki yang menjadi kekasihnya cuek bebek dan sulit didekati. Namun, setelah mereka saling menyatakan cinta, pacar Ana selalu mengontrol hidupnya.

“Dia bilang kami serasi, lalu mengatakan kami dua raga dalam satu jiwa,” ungkap perempuan 22 tahun yang berprofesi sebagai guru spiritual.

Awalnya Ana tak melihat ada yang aneh dari sikap pacarnya. Percintaan mereka bak kisah romansa, bahwa pasangan serasi tak pernah terpisahkan selama-lamanya. Tapi yang tak ia sadari, kekasihnya benar-benar menganggap serius kata kiasan “dua raga dalam satu jiwa”. Sang pacar bingung dan tidak terima saat Ana memesan makanan yang berbeda darinya di restoran. Pasangannya juga merasa seperti “bertengkar dengan diri sendiri” setiap kali mereka berselisih pendapat. Dia ngotot mereka harus teleponan setiap hari hingga berjam-jam, meski jarak tempat tinggal mereka tidak begitu jauh.

Perlahan-lahan Ana mulai menyadari dirinya terjerat dalam “enmeshed relationship”. 

Psikiater Era Dutta mendefinisikannya sebagai hubungan erat yang mengaburkan batasan, sampai-sampai semua orang yang terlibat “tidak memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri dan akhirnya melakukan apa yang sebenarnya tidak mereka sukai.”

Menurutnya, jenis hubungan ini awalnya membuat orang merasa dicintai, dan mereka baru sadar telah terjebak dalam hubungan yang tidak sehat begitu sifat-sifat buruk orang tersayang terkuak.

“Hubungannya bisa menjadi tidak sehat bagi salah satu dari mereka, tetapi biasanya kedua individu juga terlibat,” terang Dutta. “Layaknya banyak hal dalam dunia psikiatri, kebiasaan menempel dengan pasangan sering kali berkaitan dengan cara orang tua mengasuh anak.”

Dutta menjelaskan, dalam beberapa kasus, orang tua terlalu berlebihan mengendalikan hampir setiap aspek kehidupan anak. Tanpa mereka sadari, orang tua menanamkan rasa takut akan ketidakpastian dan tidak siap menghadapi dunia luar pada diri anak. Anak pun hanya bisa bersembunyi di ketiak ayah ibu, yang semakin membuat mereka semakin tak terpisahkan dari orang tua. Dari situlah pandangan mereka tentang hubungan yang ideal terbentuk. Bagi mereka, orang yang saling mencintai sangat terikat satu sama lain. Mereka harus melakukan segala sesuatunya bersama-sama.

Institut Kesehatan Nasional AS menemukan hubungan kuat antara enmeshed relationship dan cara anak bersosialisasi di luar rumah, setelah mengamati perilaku anak prasekolah dan orang tua/wali mereka selama dua tahun. Penelitiannya menyimpulkan, anak yang terlalu lengket dengan ibu mengalami “eksternalisasi masalah” yang lebih tinggi.

“Eksternalisasi” yang dimaksud di sini adalah memandang masalah sebagai hal yang harus dipahami secara terpisah.

Para ahli yang melakukan penelitian ini menyampaikan, orang tua yang “terlalu terikat secara emosional” terlihat sangat menyayangi dan mencurahkan sebagian besar waktu untuk anak-anak, bahkan tak jarang membanjiri mereka dengan pujian dan hadiah — tetapi pada akhirnya, cinta orang tua yang seperti ini terbukti hanya sebagai sarana memuaskan kebutuhan mereka sendiri.

Shivani, perempuan 24 tahun yang bekerja sebagai manajer hubungan masyarakat, merasakan langsung dampaknya. Sang pacar sangat bergantung dengannya akibat pola asuh orang tua saat masih kecil.

Dia pertama kali pacaran saat baru masuk kuliah. Shivani percaya sifat cowoknya yang menuntut adalah caranya mengekspresikan kasih sayang. Dia terima-terima saja saat pacar memintanya teleponan lima kali sehari, memberi kabar setiap waktu dan memprioritaskan dirinya — yang membuat Shivani jauh dari teman dan keluarganya.

Masalah memuncak setelah pacar menciumnya secara paksa di acara kampus. Sama seperti pacar Ana, dia tidak terima Shivani punya hak dan keinginannya sendiri. “Sahabat lalu memberitahuku, perlakuannya bukanlah cinta,” kenangnya.

Shivani mencari tahu alasan pacarnya bersikap begitu, dan ternyata dia tidak mendapat dukungan emosional sejak kecil. Pacarnya sangat dekat dengan sang ibu. Namun, alih-alih bertindak sebagai pelindung anak, ibunya justru bergantung padanya untuk merasakan cinta dan kenyamanan.

“Saya menjadi satu-satunya sumber kenyamanan baginya,” tutur Shivani. “Dia memperoleh harga diri dan jati diri melalui hubungan kami. Saya baru menyadari ini di kemudian hari.”

Dia pun mengakhiri hubungannya dengan lelaki itu.

Berkaca dari pengalaman Shivani, Dutta menganjurkan agar kita tidak menjauhkan diri dari orang-orang terdekat demi pacar. “Teman atau orang terdekat biasanya bisa melihat jika ada yang berubah dari dirimu, dan mereka akan memperingati kalau kamu berada dalam hubungan yang terlalu terikat,” terangnya.

Dutta juga menganjurkan untuk memperhatikan apakah sikap dan pandanganmu semakin lama semakin mirip dengan pasangan.

“Kamu mungkin jadi sering mendengarkan lagu favorit mereka atau makan makanan kesukaan mereka. Kamu mungkin memaksakan diri nonton film arthouse daripada film populer yang kamu sukai. Tanyakanlah pada dirimu sendiri apakah kebiasaan baru ini memang sejalan dengan jati dirimu sebenarnya. Kamu mungkin juga merasa bosan dengan pacar karena semuanya mudah ditebak.”

Coach keintiman Pallavi Barnwal mengatakan, jika ada klien yang terjerat dalam hubungan ini, maka hal pertama yang dia tanyakan adalah: bagaimana mereka menyelesaikan perbedaan pandangan dengan orang tua, terutama saat masih kanak-kanak?

“Jawabannya sering kali ayah atau ibu mereka yang menyelesaikannya,” dia memberi tahu VICE. “Sejak awal, kemampuan pribadi pasangan yang lain tidak diakui. Keluarga suka memakai kata ‘kami’ (saat membicarakan rahasia dan kebanggaan keluarga), sehingga akhirnya ini menjadi pola yang ditiru seseorang dalam hubungan percintaan mereka.”

Barnwal menyampaikan, anak-anak dalam keluarga disfungsional kerap tidak diberi privasi. Orang tua harus mengetahui dan mengawasi semua gerak-gerik mereka. Alhasil ketika mereka menjalin hubungan asmara, mereka merasakan keharusan mengetahui segala hal tentang pasangan dan selalu terlibat dalam hidup pasangan.

Bijoy merasa kebebasannya direnggut oleh pacar yang ingin menghabiskan sebagian besar waktu bersamanya. “Dia baru pindahan dan tempat tinggalnya sangat jauh dari rumahku,” ungkap lelaki 28 tahun yang berprofesi sebagai urban planner. “Tapi dia bela-belain melakukan perjalanan lebih dari tiga jam setiap hari hanya untuk menemuiku. Saya merasa ruang pribadi terusik oleh kehadirannya. Bahkan dia sering bolos kuliah di hari Senin dan mengajakku nonton bioskop atau pergi ke museum. Padahal, jadwal saya sangat padat.”

Barnwal berpendapat, untuk keluar dari hubungan yang amat menyesakkan, kamu perlu terlebih dulu mempertimbangkan seberapa besar cintamu dengan pasangan. Apakah kalian bersama murni karena cinta, atau karena ada hal lain?

“Jika alasannya karena mencintai pasangan, cobalah tanya pada diri sendiri manfaat apa yang kamu terima darinya,” jelasnya. “Kita dapat memahaminya melalui keuntungan sekunder, yang mana setiap tindakan toksik memiliki manfaat sekunder. Misalnya, stres akan hilang setelah merokok. Kamu perlu menanyakan diri sendiri: Apakah hubungan yang terlalu erat ini memenuhi keinginanmu mendapatkan cinta dan validasi secara terus-menerus? [Atau] kamu berhubungan dengannya hanya karena takut merasa kesepian?”

Apabila semua itu berlaku pada dirimu, maka Barnwal menyarankan pentingnya mencari cara lain untuk memperkaya hidup.

“Mungkin kamu bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, membaca buku, mencoba hobi baru atau memelihara hewan. Temui terapis apabila kamu menemukan diri terus-terusan mencari validasi, dan belajar untuk mengakhiri kebiasaan tersebut.”

“Kamu harus memperluas ruang lingkup hidupmu. Jangan buang-buang energi untuk hubungan dan orang yang menyusahkanmu.”

Follow Arman Khan di Instagram dan Twitter.





SUMBER BERITA

Back To Top