ABIBUNDA

Kumpulan Berita Indonesia Update

Loading...

Resep Asam Padeh Ikan dengan Daun Ruku-Ruku

Resep Asam Padeh Ikan JTT

Dari sekian banyak tanaman yang suka saya tumbuhkan di halaman maka jenis rempah aromatik menduduki peringkat pertama, alias kudu wajib ada. Alasannya, daun rempah aromatik atau herbs umumnya tidak diperlukan dalam jumlah banyak di dalam masakan, jadi membelinya dalam partai besar, cenderung mubazir. Alasan lainnya, beberapa jenis daun rempah tidak umum ditemukan di pasaran, misal ruku-ruku untuk masakan asam padeh ikan ini, jadi menanamnya sendiri adalah cara mudah agar daun tersedia ketika diperlukan. Selain itu, mengkoleksi daun rempah menurut saya mengasyikkan, aromanya bermacam-macam dan menjadi tantangan sendiri saat menceburkannya ke dalam masakan. 

Resep Asam Padeh Ikan JTT

Ada banyak tanaman rempah yang saya tanam dalam pot di kebun secuplik di pekarangan rumah, umumnya yang sering digunakan di dalam aneka masakan mulai dari daun bawang, seledri, kemangi, kunyit, thai basil, italian basil, hingga daun rempah yang belum pernah saya gunakan di dalam masakan tapi mati-matian saya tanam, misal rice paddy herbs atau ngo om (Limnophila aromatica). Saya suka menonton vlog gardening dan cooking dari Thailand, Vietnam dan Kamboja, mereka sering memasukkan aneka rempah daun aromatik di dalam hidangan terutama sup. 

Resep Asam Padeh Ikan JTT
Daun Ruku-Ruku

Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Homemade Sawi Asin (Suan Cai)

Resep Homemade Sawi Asin JTT

Sawi asin tidak susah ditemukan di Jakarta, ada banyak yang menjualnya dan kualitasnya pun bagus. Mulai dari pasar tradisional, supermarket hingga online shop pun ada. Di beberapa daerah di Jawa dan luar Jawa mungkin susah menemukan awetan sayuran ini, jadi terpaksa kudu dibuat sendiri. Membuat sawi asin tidak susah, tidak juga ribet, kendala utama hanyalah sulit menemukan sawi pahit atau nama latinnya Brassica juncea ini. Sawi untuk sawi asin berbeda dengan sawi umum seperti caisim atau pak choi, sawi pahit memiliki tubuh bongsor, badan kekar, batang tebal dan keras serta daun lebar dan tebal. Rasanya agak pahit dan kurang enak jika diolah dalam kondisi segar begitu saja, karena itu umumnya diolah menjadi awetan sawi entah itu versi asin seperti ini atau versi manis pedas biasa disebut manisan sawi. Tapi di beberapa daerah penghasil sawi pahit maka sayuran ini umum dimasak sebagaimana bayam dan kangkung umumnya entah itu direbus dan dicocol sambal terasi atau diolah di dalam sayur bobor. Saya belum pernah mencobanya, konon katanya bagi yang sudah pernah memasaknya mangatakan rasanya lezat gak kalah dengan sayuran lainnya.

Resep Homemade Sawi Asin JTT

Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Jus Herbal dan Bad Influencer?

Resep Jus Herbal JTT

Sudah lama saya tidak trial baking, membuat cake, roti, atau cookies fancy yang membutuhkan waktu, effort dan tenaga. Saya lebih prefer membuat masakan simple, tidak banyak bumbu, dan tidak membutuhkan banyak waktu bin tenaga yang harus dikorbankan. Jenuh, saya mulai jenuh mengutak-atik resep, berbicara tentang makanan dan masakan. Saya mulai jenuh sebagai food blogger dan pemilik akun kuliner di beberapa media sosial yang harus dituntut selalu menampilkan makanan. Apalagi, jika makanan yang dimasak tidak sesuai hati dan mood, semata-mata hanya demi memuaskan follower atau menjaring like. Umumnya makanan seperti ini akan saya bawa ke kantor jika sedang WFO tapi jika sedang di rumah saya berikan ke bapak sampah yang kebetulan sedang lewat, atau saya kirimkan ke adik saya, Wiwin, di Mampang. Tapi lama kelamaan adik saya juga mengeluh dikirimkan makanan manis berlemak, dan saat ini juga sedang berusaha menurunkan kolesterol dan berat badan dia dan berat badan anak dan suaminya. Akhirnya saya stop mengirimkan kue-kue manis ke sana dan berakhirlah makanan tersebut ke siapapun yang lewat di depan rumah. 

Resep Jus Herbal JTT

Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Sup Ayam Ala Afghan

Resep Sup Ala Afghan JTT

Saya suka dengan kebudayaan, apapun bentuknya. Entah itu cara hidup satu masyarakat, busana yang dikenakan, upacara keagamaan, pekerjaan sehari-hari, makanan, bentuk bangunan rumah dan gedung, atau bahasanya, apapun. Bagi saya sangat menarik memperhatikan satu gaya atau cara hidup berbeda dengan yang kita lakonin sehari-hari. Karena itu pula, jika traveling ke satu negara saya tidak terlalu bersemangat berkunjung ke kota besar yang hanya dipenuhi dengan gedung dan shopping mall. Saya ingin menyusuri pelosok desa atau kota-kota kecil yang menampilkan kehidupan sehari-hari warga asli. Mencicipi makanan asli yang dihidangkan di resto atau rumah makan tradisional, dan melihat langsung apa yang dilakukan penduduk setempat dalam mengisi waktunya. Tapi sayangnya, traveling ke pelosok seperti ini membutuhkan biaya lebih besar terutama urusan transportasi, dan juga membutuhkan waktu lebih  lama yang umumnya tidak dimiliki. Jadi memang lebih mudah hanya berkunjung ke kota besarnya saja.

Resep Sup Ala Afghan JTT
Klik untuk baca selanjutnya...

Grow Your Own Food (Intermezo)

Grow Your Own Food JTT
My garden

Tinggal di negara yang tidak mengenal musim dingin membuat kita bisa menanam sepanjang tahun. Sinar matahari dan air melimpah, suhu selalu cocok buat aneka tanaman, tantangan bercocok tanam tidak seberat mereka yang hidup di negara empat musim. Mungkin itu yang menyebabkan bertanam sayur dan buah sendiri di pekarangan bukan lah hal yang menjadi minat banyak penduduk. Apalagi dengan harga sayuran dan bahan pokok yang relatif terjangkau dibandingkan dengan negara empat musim, berkebun di pekarangan sepertinya bukanlah pilihan banyak warga di Indonesia. Hanya para petani dan keluarga petani dan sanak saudara petani dan mereka yang berjiwa petani yang melakukan hal tersebut, bukan warga umumnya.

Banyak yang beralasan mereka enggan berkebun karena tidak memiliki cukup lahan, atau pekarangan sempit, atau  jika ada pun tidak mendapatkan cukup sinar matahari. Memang jika tinggal di kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, faktor ketersediaan lahan menjadi problem utama. Tapi saya perhatikan, mereka yang tinggal di pedesaan atau kota kecil dengan pekarangan yang cukup pun enggan bercocok tanam sayuran, atau yang tinggal di Jakarta pun dengan halaman seluas rumah tipe 100 meter persegi hanya dipenuhi dengan rumput hijau. Jadi sebenarnya keinginan untuk menghasilkan bahan makanan sendiri dari lahan yang dimiliki memang tidak ada.

Grow Your Own Food JTT
Panen kale. Sawi samhong. Kale keriting dan kale dwarf

Klik untuk baca selanjutnya...

Homemade Corned Beef

Homemade Corned Beef JTT

Entah kenapa kalau sudah mendengar hal berbau homemade atau DIY, maka adrenalin saya seakan langsung terpacu, semangat membumbung tinggi, dan rasa ingin mengeksekusinya langsung timbul. Mungkin ada hubungannya dengan challenge, rasa tertantang untuk membuktikan bahwa saya pun bisa membuatnya, atau at least mendekati baik rasa atau tampilannya. Alasan lain mungkin karena, berhasil membuat segala sesuatu sendiri di rumah ada hubungannya dengan kemampuan untuk mandiri, tidak tergantung dengan sekitar dan survival. Otak saya selalu penuh dengan skenario terburuk dengan alam dan kondisi sekitar, dan semakin diperburuk dengan kesukaan menonton aneka film mengenai apocalypse atau berita bencana. Apalagi akhir-akhir ini penuh dengan berita mengenai akibat dari global warming yang sekarang kita kudu percaya ada dan gejalanya mulai terjadi dimana-mana. Artinya, bumi ini sudah semakin tidak menentu kondisinya, tidak sama dengan dua puluh atau tiga puluh tahun nan lampau, saat itu seakan pemanasan global tak pernah terdengar gaungnya. Kalaupun banyak yang berteriak mengenai lapizan ozon yang mulai bolong-bolong maka tak ada yang peduli, kecuali aktifis lingkungan hidup.

Homemade Corned Beef JTT
Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Hot & Sour Soup

Resep Hot & Sour Soup JTT

Hari ini saya akhirnya vaksin Covid yang pertama kalinya. Kebetulan Kanisius menyelenggarakan vaksin bersama di JHCC yang hanya 20 menit jaraknya dari rumah mulai dari tanggal 5 - 11 Juli 2021. Sebenarnya banyak sekali pendaftaran vaksin di Jakarta sejak beberapa bulan yang lalu, asal gerak cepat begitu info disebar di WA maka umumnya akan mendapat slot. Rekan kantor saya juga sudah banyak yang mendapatkan vaksin, hanya hati ini belum tergerak mencobanya. Saya agak ngeri-ngeri sedap disuntik vaksin, jadi saya tunda selama mungkin. Dalam pikiran saya, toh sendirian ini dan tidak bertemu siapa-siapa, ke kantor juga hanya seminggu sekali saja. Selama prokes ketat dijalankan maka cukup terlindungi. Saya selalu memakai masker dua rangkap, tak pernah melepasnya ketika di kantor. Urusan belanja ke pasar sudah saya serahkan ke online shop saja, jadi belanjaan apapun dikirimkan ke rumah. Saat menerima paket, saya usahakan seminimal mungkin bertemu kurir, biasanya barang diserahkan melalui bagian atas pagar, atau jika barangnya besar saya minta si mas kurir meletakkannya di depan  pagar, tips lantas saya ulurkan dari balik pagar dengan masker selalu terpasang. So far so good
Hingga akhirnya varian Delta menghajar negara kita. 

Resep Hot & Sour Soup JTT
Resep Hot & Sour Soup JTT
Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Kembang Tahu Kuah Jahe

Resep Kembang Tahu JTT

Jakarta akhir-akhir ini terasa dingin suhunya, menyenangkan sekaligus jadi alasan untuk mandi sekali sehari saja. Apalagi bekerja dari rumah, tak mandi pagi pun tak masalah, toh tak ada yang tahu. Sejak WFH, saya bahkan tak pernah menyisir rambut, jika seminggu hanya masuk sekali maka hanya sekali itulah rambut ini terkena sisir, hari selebihnya cukup digulung-gulung dan dijepit. Pakaian ala kadarnya saja, daster adalah seragam kebesaran tiap hari, atau terkadang hanya tank top dan celana kuntung.  Tak ada yang akan melihat ini. Tapi ada satu kejadian yang membuat saya 'agak' kapok juga bersantai-santai seperti ini, waktu itu ada satu acara sosialisasi online dari OJK, dalam undangan disebutkan peserta wajib mengenakan baju batik. Saya tahu syarat itu diberikan karena nantinya akan ada sesi foto bersama seluruh peserta. Biasanya jika ada sesi foto bersama seperti ini saya tak pernah ikutan, saya biarkan saja kamera dalam posisi off walau host acara berteriak-teriak kami semua diwajibkan menghidupkannya. Kali ini pun saya akan menggunakan strategi yang sama, tetap berdaster dan tidak akan ikutan sesi foto  walau disuruh oleh panitia. 😃

Resep Kembang Tahu JTT
Resep Kembang Tahu JTT
Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Sup Malatang (Mala Soup)

Resep Sup Malatang (Mala Soup) JTT

Work from home, work from office, work from home lagi, work from office lagi, begitu bolak-balik hingga perasaan hidup jadi tidak teratur dan segala sesuatu terasa tidak pada tempatnya. Waktu berlalu cepat, 2021 sudah di pertengahan tahun, tapi saya merasa 6 bulan ini tak ada yang dicapai kecuali rasa cemas akan Covid, masker yang seakan jadi kulit kedua di wajah, dan setiap hari membaca berita kasusnya terus meroket. Semua capek, semua bosan, semua akhirnya cuek, tak peduli dan tak menjalankan prokes dengan tertib. Ditambah aturan pemerintah entah itu daerah atau pusat yang seakan antara tegas dan tak tegas. Contoh paling gampang adalah aturan dilarang mudik ketika Lebaran lalu. 

Banyak ahli memprediksi kasus Covid akan mengalami lonjakan 2-3 minggu setelah Lebaran, pemerintah lantas mengeluarkan larangan keras mudik. Aturannya bagus, dan saya setuju, tapi kemudian keluar aturan lain yang kontradiktif,  mudik dilarang tapi wisata dipersilahkan. Teng tong! Saya benar-benar tak mengerti. Bukankah inti dari larangan mudik adalah menghambat mobilisasi manusia dari satu daerah ke daerah lain dan mencegah terjadinya keramaian? Lantas apa artinya itu semua jika masyarakat dipersilahkan untuk masuk dan berkumpul di tempat-tempat wisata? Ancol bahkan full bak cendol di hari pertama Lebaran. Warga Jakarta yang tak bisa mudik, dan yang kehabisan ide kreatif menghabiskan waktu di rumah kemudian berduyun-duyun berkumpul di tempat hiburan seperti ini. Benar-benar hal yang lucu sekaligus mengkhawatirkan. Anehnya pengelola tempat wisata dan Pemda seakan tidak mengantisipasi kejadian ini sebelumnya. Ketika berita tersebut viral baru dilakukan tindakan pembatasan jumlah pengunjung, sementara virus sudah berkeliaran dan menginkubasi manusia yang berkumpul bak cendol sebelumnya.

Resep Sup Malatang (Mala Soup) JTT

Klik untuk baca selanjutnya...

Resep Homemade Ikan Asap dan Mangut Lele Asap

Mangut Lele Asap JTT

Mengasap makanan, saya belum pernah melakukannya, walau banyak membaca literatur dan menonton prosesnya di net. Kendala utama mengapa tidak berminat mengeksekusinya adalah lokasi rumah, di tengah pemukiman padat penduduk dimana membakar sate ketika Hari Raya Kurban saja mendapatkan komplain tetangga kanan kiri, maka saya yakin jika  mengasap ikan atau daging akan mendapat kiriman sandal terbang langsung dari balik pagar. Proses mengasap yang lama dengan asap melayang kemana-mana, plus aroma daging terbakar membuat saya berpikir dua belas kali sebelum mencobanya. Walau jiwa 'DIYer' saya membara, tapi setiap kali memerlukan ikan asap saya memilih membelinya di pasar atau online.

Tapi ada satu resep yang ingin saya eksekusi yang memerlukan ikan asap, lele asap tepatnya. Apalagi jika bukan mangut ikan lele asap terinspirasi dari mangut lelenya warung Mbah Marto di Bantul. Sejak rekan kantor, Mbak Fina, menunjukkan foto-foto hasil perburuan kulinernya di warung tersebut saat berkunjung ke Jogya, saya benar-benar terinspirasi hendak membuat mangut versi itu. Warnanya merah jingga dengan banyak cabai rawit utuh berenang-renang di permukaan, selain tentu saja ikan lele asap yang ternyata diasap sendiri oleh si Simbah, mangutnya tampak begitu lezat dan sungguh membuat ngiler hanya memandang fotonya. Saya dan beberapa rekan kantor berencana untuk traveling ke Jogya, tujuan adalah wisata kuliner. Beberapa lokasi yang akan kami tuju selain Mbah Marto, adalah gudeg Mbah Lindu dan  warung ayam ingkung. Sayang, Covid kemudian menghantam dan memporak-porandakan semua rencana menggendutkan diri tersebut. Bahkan sekarang Mbah Lindu sudah dipanggil oleh Allah SWT, jadi tidak bisa merasakan gudeg asli racikan beliau. Tak bisa mencicipi langsung mangut asli dari Bantul, saya lantas berniat membuatnya sendiri, dan semua itu harus dimulai dengan membuat lele asapnya. See, kembali lagi, saya memang harus mencoba mengasap makanan, kali ini dengan cara praktis.

Homemade Ikan Asap JTT

Klik untuk baca selanjutnya...
Back To Top